Natrium Aluminat Cair

Aluminat natrium cair memiliki berbagai fungsi dalam sistem pengolahan air, antara lain sebagai koagulan yang efektif untuk menghilangkan silika dan fosfat, sebagai alkali untuk menyesuaikan dan mengatur tingkat pH dalam berbagai proses, serta sebagai sumber aluminium.

Tidak mudah terbakar; terurai akibat panas dan menghasilkan asap beracun yang bersifat korosif dan beracun; bereaksi dengan sangat hebat terhadap asam; bersifat korosif terhadap logam. Demi keselamatan Anda, kenakan pakaian pelindung dan kacamata pelindung saat menangani atau membuang bahan kimia ini.

Pengolahan Air

Natrium Aluminat, yang lebih umum dikenal sebagai “alum atau koagulan”, banyak digunakan untuk pemurnian air baik di sektor air minum maupun pengolahan air limbah, berfungsi sebagai koagulan yang efektif dan penghilang padatan tersuspensi. Karena menghasilkan panas selama reaksi dengan asam, natrium aluminat menawarkan opsi pengolahan yang sangat basa pada kondisi pH asam atau pengolahan air dengan alkalinitas rendah. Selain itu, komposisi kimianya yang unik membedakannya dari garam aluminium/besi serupa seperti aluminium sulfat yang biasanya digunakan untuk tujuan pemurnian air.

Sodium aluminat adalah senyawa anorganik yang memiliki beragam aplikasi di berbagai bidang industri dan teknis. Mulai dari pembuatan kertas, proses mordanting pada tekstil, mempercepat proses pengeringan semen khusus, penghilangan fosfat dalam sistem pengolahan air limbah, dan peningkatan ketahanan api pada bahan bangunan; hingga sintesis kimia sebagai penyesuai pH – natrium aluminat memiliki banyak kegunaan di berbagai sektor industri dan teknologi.

Sebagai alternatif garam besi, natrium aluminat menghasilkan lebih sedikit lumpur kimia sekaligus memberikan ketahanan yang lebih baik terhadap suhu tinggi. Selain itu, natrium aluminat dapat meningkatkan kadar alkali dalam air tanpa perlu menggunakan kapur atau soda kaustik; tidak seperti banyak koagulan lainnya, zat ini larut baik dalam air dingin maupun air panas.

Penghilangan Fosfor

Sifat katalitik natrium aluminat menjadikannya metode yang sangat efektif untuk mengekstraksi fosfor dari sumber air, sebuah langkah penting dalam upaya memerangi eutrofikasi di danau dan sungai. Ketika dikombinasikan dengan arang aktif, metode ini sering kali mampu mencapai tingkat pengurangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan koagulan logam atau sorben fosfor non-logam.

Pengolahan Air dan Air Limbah. Ketika digunakan sebagai bagian dari proses koagulasi, natrium aluminat mudah larut dalam air dan melepaskan ion hidroksida yang membentuk gumpalan besar untuk mengurangi kekeruhan—sehingga memberikan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan kalsium hidroksida atau magnesium hidroksida saja.

Aluminat Natrium Dapat Membantu Perawatan Permukaan Logam

Selain berfungsi sebagai koagulan alumino-ionik, natrium aluminat juga berperan sebagai basa yang kuat yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi serta daya tarik estetika permukaan logam. Hal ini mencakup perlakuan terhadap logam besi maupun logam non-besi, seperti baja, baja tahan karat, aluminium, seng, nikel, tembaga, titanium, dan zirkonium.

Aplikasi Lain dari Sodium Aluminat Selain pengolahan air dan air limbah, natrium aluminat memiliki berbagai kegunaan di luar sekadar pengolahan air limbah, termasuk sebagai bahan abrasif dalam operasi pembersihan dengan peledakan, bahan baku untuk produksi bahan tahan api, pembuatan kaca dan enamel, perekat dan sealant untuk meningkatkan sifat-sifatnya, industri minyak dan gas menggunakannya untuk mencegah keausan dan erosi, bahan tahan api sebagai bahan campuran, serta untuk perawatan tangki guna mencegah korosi; sementara sifatnya yang sangat korosif menimbulkan risiko saat terpapar udara, karena saat ditangani dapat melepaskan asap beracun ke atmosfer.

id_IDIndonesian
Gulir ke Atas